one way ride ticket to nowhere

Chicken Soup for My Soul

Shih Huang Ti Sang Perkasa

with 6 comments

Anugerah tidak selamanya berarti pahala, bisa juga kutukan, bisa ujian atau mungkin cobaan hidup. Ketika Midas yang raja turun dari Gunung Olympus, ia tersenyum, konon karena ranting yang ia sentuh tiba-tiba menjadi emas. Ia makin gembira ketika pohon, batu, yang ia raba berubah jadi emas. Ia baru saja mendapat anugerah dari Dewa Zeus, dewa mitos orang Yunani. Seluruh pintu dan perabotan istananya menjadi emas, bahkan beberapa menterinya yang tidak luput dari sentuhannya, terbelalak matanya ketika menjadi emas. Akan tetapi ketika ia akan kencing, dan ingin Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

June 22, 2007 at 5:49 pm

Posted in Tokoh

Tagged with

Asmaraman S. Kho Ping Hoo

with one comment

Ketika perang Vietnam berlangsung dengan dahsyat, tahun 1970, di tengah hutan di propinsi Me Kang Kang, satu peleton pasukan Green Berets dipimpin oleh sersan Money Do-Little membuat kubu pertahanan, dan menetap di sana sebagai patroli pengintai terdepan.

Di ketinggian limapuluh meter dari kubu itu, di atas pohon trembesi yang besar dan rindang, Silaw Dan Trang seorang sniper (baca: penembak jitu) tentara Viet Kong menempati posnya. Siang dan Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

June 19, 2007 at 3:02 pm

Posted in Tokoh

Tagged with ,

Gila

with one comment

Ada tiga orang gila dirawat dalam satu barak, yang pertama suka bertingkah, yang kedua suka memberi nasihat, dan yang ketiga merasa ia bukan dirinya.

Ketika yang pertama berteriak-teriak dan melompat-lompat, yang kedua berkata: “Hus jangan ribut, nanti Tuhan marah !”. Yang ketiga, merasa dirinya yang disebut, ia menyahut: “Ah tidak apa-apa, wong aku tidak marah kok.”

Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

June 19, 2007 at 2:57 pm

Posted in Ngalamun

Tagged with

Liverpool Football Club

leave a comment »

Di tengah perang Badar yang dahsyat, suatu malam Rasulullah memeriksa laskar yang terluka. Seorang pemuda mengerang kesakitan dan sebatang anak panah masih menancap di perutnya. Rasulullah bersabda, “Siapa pemuda ini, demi Allah aku melihat ia akan menjadi penghuni neraka.”

Umar bin Khattab menyela,”Ya Rasulullah, pemuda ini telah berjuang dengan gagah. Ia berada di garis paling depan, tidak pernah mundur setapak pun. Ia alim dan patuh kepada kedua Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

June 19, 2007 at 2:43 pm

Posted in Ngalamun

Tagged with ,

Eskimo

leave a comment »

Saling mencinta, bukan suatu jaminan untuk merasakan saling berbahagia. Untuk kebahagiaan selalu ada perbuatan pilihan yang kadang amat pribadi. Untuk cinta, sebagaimana halnya kepercayaan, tidak ada pilihan lain kecuali percaya ataukah tidak percaya. Louisa May Alcott yang penulis berkata : “Sometimes a man (woman) love with a woman (man), but happy with another”. Setidak-tidaknya di dalam kehidupan ini pasti ada satu orang yang selalu memikirkan kita, yang memperdulikan kita, yang juga selalu kita pikirkan.

Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

September 15, 2006 at 4:40 am

Posted in Ngalamun

Tagged with

Hasbunallahu wani’mal wakiil

leave a comment »


If you can keep your head
when all about you are losing their mind and blaming it on you,
If you can trust yourself
when all men doubt you, but make allowance for their doubting too.

If you can wait
And not be tired by waiting or being laid about
don’t deal in lies or being hated, don’t give way to hating and yet don’t look too good nor talk too wise..
Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

September 15, 2006 at 4:32 am

Posted in Ngalamun

Republik Ludruk

leave a comment »


“Seorang politikus memikirkan pemilihan umum yang akan datang,
tetapi seorang negarawan memikirkan generasi yang akan datang…”

Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

September 15, 2006 at 4:27 am

Posted in Ngalamun

One Step from Paradise

leave a comment »

So Close but yet so far away…

Written by rizaldi

April 6, 2006 at 11:06 pm

Posted in Ngalamun

Tagged with

Prisoners in Paradise

with one comment

Jean de La Fontaine, gemar bercerita, ia seorang bijak dan humoris ulung, yang hidup di Prancis dari tahun 1621 hingga 1695 (Kalau tidak salah). Dengan kerendahan hati ia berumpama melalui percandaan binatang-binatang, hanya karena segan bila langsung menunjuk sifat tidak sempurna umumnya manusia. Beberapa ceritanya kita ingat seperti pernah mendengarnya dari orang tua kita, ketika kanak-kanak.

Read the rest of this entry »

Written by rizaldi

November 29, 2004 at 7:52 am

Posted in Ngalamun

Tagged with ,

Ada dan Tiada

leave a comment »

Di sebuah Sekolah Dasar di suatu negara yang menganut sistem pendidikan liberal-modernis (baca: kemerdekaan berpersepsi), seorang guru berkata kepada anak-anak murid kelas enam, “Apakah kalian melihat diri saya?”
Mereka menjawab, “ya.”
“Dengan begitu, berarti saya ada,” kata sang guru.
“Apakah kalian melihat papan tulis?” tanyanya lebih lanjut.
“Ya.”

“Jika demikian, papan tulis itu ada.” kata sang guru.
“Apakah kalian melihat meja itu?” tanyanya lebih lanjut.
“Ya.”
“Berarti meja itu ada,” kata sang guru.
“Apakah kalian melihat Tuhan?” tanyanya lagi.
“Tidak.”
“Itu berarti Tuhan tidak ada,” guru itu berhenti sampai di sini.

Selanjutnya, seorang murid yang cerdas berdiri dan bertanya,
“Apakah kalian melihat akal guru kita?”
Mereka menjawab, “tidak.”
“Dengan demikian, akal guru kita tidak ada!” lanjut anak itu sambil duduk kembali dengan manisnya.

Written by rizaldi

November 29, 2004 at 7:49 am

Posted in Ngalamun