one way ride ticket to nowhere

Chicken Soup for My Soul

Start it right, to get a chance of making the good golf swing (bagian 1)

leave a comment »

Innama’amalu binniat, versi terjemahan bebasnya luruskan niat untuk mencapai kesempatan berproses dan memperoleh sukses dengan baik ke satu tujuan. Saya kira kita bisa cukup sepakat dengan kata-kata ini. Karena bukan kebetulan, memang penerapannya bisa terjadi di mana-mana.

Niat awal (walaupun tidak harus diucapkan, karena efeknya lebih ditujukan untuk mengarahkan diri sendiri) seperti ketika kita mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah, niat ketika membuka suatu usaha baru, niat ketika membantu orang lain, mencari jodoh, penghasilan, berbuat sesuatu dalam kehidupan dan lain-lain, akan sangat menentukan bagaimana gaya kita menjalani proses-proses selanjutnya hingga bagaimana kita sampai ke tujuan akhir kita.

Ibu saya pernah berkata, dalam mengerjakan sesuatu itu ada tiga elemen penting yang setidaknya harus selalu ada di dalamnya. Elemen-elemen itu adalah, kerjakan dengan BAIK, BENAR, dan IKHLAS. Saya akan coba kupas tentang definisi tiga hal ini dalam tulisan yang berbeda nanti.

Maka, tidak terlalu ajaib, dalam olahraga golf, hal-hal yang saya sebutkan di atas sangat aplikatif dan bisa membuat permainan kita sedikit-demi sedikit mengalami progress yang signifikan. Tidak percaya? Coba silahkan buktikan sendiri.

Instruktur golf akan sangat cerewet mengomentari hal-hal kecil yang kita lakukan ketika bola yang kita pukul tidak sesuai dengan harapan. Ketika jaraknya terlalu pendek, bola melenceng tidak sesuai bidikan kita, atau bisa kedua-duanya sekaligus. Padahal anda merasa telah berusaha keras untuk melakukan seperti apa yang dia minta. Semakin keras usaha anda untuk fokus terhadap hal-hal yang disampaikannya, semakin buruk hasil yang anda dapatkan. Jadi, apa yang salah?

Relax, and take a deep breath. Sering kita dengar komentar-komentar yang seperti: bahu tidak berputar, kepala anda looked up, hingga tangan anda terlalu cepat tertarik pada saat follow through adalah sesuatu yang umum dilontarkan oleh seorang instruktur golf (dalam negeri). Upaya untuk memperbaiki detil-detil kecil ini kerap kali terasa sebagai obat sementara saja. Lain waktu anda akan mengalami masalah di detil-detil yang lain. Akhirnya kita terjebak di upaya dan usaha untuk mengingat-ingat pelajaran yang lalu. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Golfer-golfer berhandicap rendah yang pernah saya temui tidak pernah memberi tips atau trick khusus untuk kita dalam memanipulasi swing kita. Manipulasi? Tepat. Itu kata kuncinya. Karena mereka menganggap bahwa golf swing itu sesuatu yang sederhana, simple. “Saya hanya berusaha untuk mengayunkan club-head dengan santai ke belakang, setelah itu dengan santai pula mengayunkannya ke bawah“, ujar mereka. Ketika kita melihat golf swing sebagai satu kesatuan utuh. Nyaris tidak ada waktu yang membuat kita secara sadar memanipulasi proses yang terjadi di dalamnya.

Jadi, kata-kata santai ini yang harus kita definisikan terlebih dahulu sebelum melakukan swing secara natural sesuai karakteristik tubuh kita. Toh tubuh kita memiliki postur masing-masing yang sangat spesifik. Untuk apa kita bersusah-susah memanipulasi swing orang lain atau instruktur golf selama kita menjadi asing dengan sumber kekuatan kita yang sebenarnya?

Jadi perangkat pengetahuan apa saja yang harus kita dapatkan untuk memasukan elemen santai tadi dalam golf swing kita?

Olahraga golf, adalah perpaduan kondisi mental/pikiran dan fisik motorik, yang bisa bervariasi komposisinya pada tiap-tiap orang. Bisa 10:90, 50:50, bisa juga 90:10, it depends completely on us. Jangan memaksakan komposisi yang bukan merupakan sifat alami anda, atau, bersiap-siaplah anda tidak akan memperoleh elemen santai tadi.

Hal selanjutnya yang sering golfer-golfer amatir anggap remeh adalah masalah grip, dan setup (sikap tubuh sebelum memulai swing). Di sinilah apa yang saya maksud innama’amalu binniat akan mempengaruhi golf swing anda.

Written by rizaldi

July 28, 2008 at 5:03 am

Leave a Reply